Senja Indonesia

#13 – 050612 – Lepas

Dian sedang duduk termenung di pinggir Pantai Kuta yang terkenal itu. Menikmati sunset katanya kepada teman-temannya yang bepergian bersama-sama dari Jakarta kemarin siang. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat itu, hanya dia yang mengerti. Teman-temannya hanya dapat menatap Dian dari kejauhan

Mereka memahami apa yang baru saja dialami oleh Dian. Salah satu alasan mereka mengajak Dian untuk berlibur ke Bali adalah agar Dian dapat melupakan sedikit masalah yang dialaminya itu. Namun kini, mereka kembali menatap Dian termenung di pinggir pantai itu.

‘San, gimana tuh? Masa kita diemin aja sih?’ Tanya Mike kepada Sandi.

‘Yah… mau gimana lagi? Lo tau sendiri. Dia kalau dah maunya ya harus gitu… gak bisa gak.’ Jawab Sandi. ‘Mer, lo gak bisa ngapa-ngapain? Temen lo tuh kayak orang yang down banget gitu.’ Tanya Sandi ke Merry.

Merry mengerti maksud teman-temannya ini. Mereka berempat memang sudah sahabat sejak kuliah dulu. Bahkan setelah bekerja mereka tetap menjadi sahabat dalam suka dan duka. Hampir semua mereka bagi bersama, saling bercerita tentang satu dan yang lainnya. Termasuk mengenai masalah cinta mereka masing-masing. Dan terakhir memang permasalahan Dian dengan pacarnya, yang hampir menggapai 5 tahun, menjadi bahan utama di antara mereka.

Dian merasa sangat syok mendapati pacarnya itu, sang calon suami ideal itu, bersama dengan temannya. Di apartemen sang pacar. Bermesraan layaknya suami istri. Hanya saja, keduanya sama-sama pria. Hal ini yang tak pernah disebutkan oleh Dian kepada yang lain. Dia hanya mengatakan bahwa pacarnya selingkuh di depan matanya sendiri.

pikiran random

‘Di, lo mau sampe kapan di sini?’ Tanya Merry seraya duduk di samping Dian yang masih termenung memikirkan semua kejadian yang lalu. Kenangan-kenangan bersama Barry, sang pacar, dan juga kejadian terakhir itu. Semua berlalu di matanya berulang-ulang.

Dian hanya menengok dan menatap Merry. Kemudian dia kembali melempar pandang ke arah laut luas di hadapannya itu. ‘Mer, indah ya sore gini di sini. Betapa besar kuasaNya menciptakan keindahan seperti ini.’ Ujar Dian.

Merry mengangguk turut menatap mentari senja merah di ujung sana yang sedang berpadu dengan laut luas. Keindahan yang tak dapat dilukiskan oleh seorang Merry, sang akuntan yang penuh dengan angka dalam hidupnya.

‘Setiap hari, mentari terbit dan member harapan kepada mereka yang ada di dunia ini. Bahwa hari baru telah tiba. Bahwa selalu ada keesokan hari untuk semua. Walau kemudian mentari kembali menyembunyikan dirinya di balik batas bumi seperti sekarang ini. Namun, sebelum dia menghilang, dia tetap memberikan keindahan kepada semua. Seakan berkata, jangan khawatir. Keindahakan kutinggal untukmu sekarang, esok kan kuberi yang lebih indah lagi.’

Mike dan Sandi mengambil tempat di sisi Dian dan Merry dan menikmati senja itu juga. Mike memeluk Dian. Sedangkan Sandi memeluk Merry.

tips ngeblog indonesia terlengkap - tulisan blogger indonesia by febriyan lukito

‘Makasih ya. Kalian dah membawaku ke sini. Mungkin kalian tak menyadarinya. Tapi dari tadi, gw duduk termenung dan menyadari. Bahwa keindahan mentari untuk hidup gw akan hadir lagi esok. Walau tanpa Barry.’ Ucap Dian.

‘Gw tau… gw dah membuat kalian khawatir dengan sikap gw selama ini setelah kejadian perselingkuhan kemarin. Tapi… terkadang, butuh waktu untuk melepas sesuatu yang telah lama mengikat kita. Sesuatu yang telah menjadi bagian hidup kita. Entah disadari atau tidak, Barry telah menjadi bagian dari keseharian gw.’ Lanjutnya.

‘Dan selama ini… gw masih berharap keseharian gw itu tak pernah berubah. Masih seperti dulu. Bersama dia. Tapi… gw sadar. Gw gak bisa seperti ini terus. Dan gw harus bisa lepas dari dia agar gw bisa maju dan menyambut mentari baru dalam hidup gw.’

Merry ingin berkata sesuatu namun disambut dengan gelengan kepala Mike dan Sandi bersamaan.

‘Makanya… gw mo habiskan waktu gw dulu di sini. Melepaskan semua yang pernah ada dalam hidup gw bersama Barry satu demi satu. Gw tau itu gak mudah ataupun cepat. Tapi… gw yakin dan gw harus bisa.’ Lanjut Dian kembali.

Mike, Sandi dan Merry memeluk Dian bersamaan dan mereka berpelukan cukup lama. Dian memahami arti pelukan itu tanpa harus mereka semua berkata-kata. Bahwa mereka akan selalu ada untuknya. Kapanpun. Di manapun.

Mike tiba-tiba melepaskan pelukan dan mengambil sesuatu di dalam tasnya.

‘Gini… dulu gw pernah nonton film. Lupa judulnya apa. Nah di film itu, si tokoh ini sedang mengalami masalah dan ingin lepasin masalah itu. Nah dianjurkan sama salah seorang tokoh lainnya dalam film itu untuk let go dengan menuliskan masalahnya dia itu di selembar kertas dan mengikatnya di sebuah balon dan melepasnya.’ Ujar Mike seraya menyodorkan sebuah botol kosng ke arah Dian.

tempat nongkrong seru

Review Kuliner Anak Muda

Dian menerima botol kosong itu dengan heran. Kemudian Sandi mengeluarkan selembar kertas dari tasnya dan sebuah pena. Diberikan kepada Dian. ‘Nah… sekarang, lo tulisin masalah yang ingin lo lupakan dan make a wish untuk masa depan lo. Lo mau seperti apa. Jadi nanti kertas ini berisi masalah yang ingin dikubur dalam-dalam namun juga sebuah keinginan akan masa depan.’

Merry tertawa melihat tingkah Mike dan Sandi akhirnya menyela, ‘Duh..  kalian ini kompak sekali. Yang satu keluarin botolnya, yang satu kertas and pen. Terus saut-sautan lagi. Cocok deh lo berdua.’

Mike dan Sandi malu mendengarnya. Muka mereka memerah dan hal ini dilihat oleh Dian. Dian tertawa sejenak melihatnya. Kawan-kawanku inilah yang dapat membuatku tenang di saat-saat seperti ini. Dia mengambil botol dan kertas yang diberikan kepadanya.

Di kertas itu dia menuliskan sebuah kalimat singkat dan kemudian menuliskan kembali sebuah kalimat singkat harapan di kertas lainnya. Kemudian kertas itu dilipatnya dan dimasukkan ke dalam botol. Dia menutup botolnya dengan erat dan mengucapkan doa.

Bersama dengan ketiga temannya, dia beranjak mendekati lautan, dan kemudian melempar botol itu ke tengah lautan seraya berteriak. ‘LEPAS!!!’

perjalanan senja - perjalanan hidup dalam kisah

Kemudian Dian menatap botol itu terombang-ambing mengikuti arus laut di hadapannya yang kini mulai gelap. Mentari sudah hilang di ujung sana dan bersamaan dengan hilangnya mentari senja dan juga botol yang dilemparkannya itu, Dian melepaskan masa lalunya bersama Barry. Mungkin memang Barry telah menjadi bagian hidupnya selama hampir 5 tahun. Namun, semua bagian hidupnya itu telah hancur saat dia melihat Barry bersama dengan Boni saat itu.

Dan sekarang, Dian bertekad untuk melepaskan semua kenangan bersama Barry itu dan melanjutkan hidupnya bersama dengan kawan-kawannya itu. Mike, Merry dan Sandi. Merekalah yang selalu ada dalam hidupnya.

Melepaskan sebuah kenangan bukanlah berarti melupakan, namun melepaskan dengan harapan esok akan hadir kenangan yang jauh lebih indah dari yang sebelumnya.

2 Comments

  1. arip 24 Februari 2013
    • ryan 25 Februari 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.