Ternyata …


Mengamatimu

Kamu percaya akan cinta pada pandangan pertama? Jangan. Awalnya, kukira yang kualami demikian. Aku melihatnya di tengah keramaian. Sosok tinggi, tampan, dan rupawan. Senyum menawan, tatapan matanya tajam.

Sore itu di tengah bazaar kuliner, aku terpana menatapnya. Semula kukira aku mengkhayal. Mungkinkah lelaki setampan dia tertarik pada perempuan sepertiku yang – ah, banyak yang suka marah padaku setiap kali aku minder begini.

“Kamu nggak tahu, jodohmu bisa aja ketemu dengan cara yang random,” begitu ramal beberapa kawan dekat untuk menghiburku. Inikah saatnya? Kulihat dia menghampiriku dengan tatapan tajam masih terhunus. Aku masih terpaku oleh senyumnya yang membius.

“H-hai …,” baru saja ingin kusapa, saat kejadian berikutnya menghempaskanku kembali ke dunia nyata. Lelaki tampan barusan merampas tasku dan berlari menjauh. Secepat kilat dia lenyap di tengah kerumunan, meninggalkanku yang masih shock – namun untungnya masih sanggup menjeritkan satu kata:

“COPEEET!!!”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.