Kategori: Gadis Senja

Karya fiksi seorang gadis senja

Mrrreeeooouuuwww!

Summer namanya. Pertama kali aku melihatnya adalah saat dia berada di gendongan Mas Hari malam itu. Tubuhnya tampak kecil, ringkih, dengan bulu-bulu cokelat muda yang masih tipis. Wajah mungilnya berbentuk seperti segitiga, dengan dagu ramping dan telinga runcing. Mata biru-kelabunya menyorot was-was padaku sambil menggelendot pada tuannya, gemetar mencari perlindungan. …

Bella dan Si Bully

“Belel…Belel…” Duh, mahluk ini lagi! rutuk Bella dalam hati. Sarapan di kantin kampus yang tadinya berlangsung damai jadi terganggu oleh suara itu. Cowok jangkung, kurus, dan hobi nyengir jelek itu langsung duduk di sampingnya tanpa permisi. “Heh, dipanggil dari tadi kok, gak nyahut, sih?” Sosok yang ganggu banget itu masih …

Sang Pencari Ketenangan

Kata mereka aku gila. Menurut mereka, aku sinting dan berbahaya. Tidak berperikemanusiaan. Sepatutnya aku diasingkan selamanya, demi kebaikan bersama. (Tunggu dulu. Kebaikan siapa maksudnya?) Tak boleh lagi aku berada di tengah-tengah manusia yang (kata mereka) lebih normal, bermoral, dan beradab. Lebih baik dan aman bagi mereka. Mengapa? Tak banyak yang …

Hari Bahagiamu

Akhirnya hari itu tiba juga… Ingatkah kamu, betapa dulu kamu sangat menantikannya? Kamu sudah lama membicarakannya, bahkan sejak awal kita bertemu dan berkenalan. Kamu tampak bahagia. Ya, kamu memang berbeda – hampir langka, malah. Kamu tidak seperti lelaki seumurmu pada umumnya. Kamu juga bukan orang Indonesia. Bukan maksudku untuk bersikap …

Buku Harian Seorang Gadis Cantik

Dear Diary, Tahu apa yang paling kuinginkan di ulang tahunku yang keenam belas nanti? Hanya dua hal sederhana. Bukan I-Phone keluaran terbaru atau buku. Aku juga nggak minta uang saku tambahan atau pacar. (Setidaknya bukan sekarang, hehe. Entah kenapa, rasanya belum perlu saja.) Aku hanya ingin kurus, meski tahu itu …

Your Angry Tweets Come True

Andita: “Twitter, please do your magic…” Oke, berapa banyak yang nge-twit kalimat di atas? Sudah pasti, aku salah satunya. Tapi, aku menulis dan nge-twit begitu bukan karena mau minta uang atau berharap akan keajaiban. Banyak hal di dunia ini yang bikin aku muntab. Serius. Makanya, kadang aku suka menyelipkan caption …

Bermalam di Tempat Seram

“Gue udah daftar. Tinggal tunggu panggilan.”             “Hah, becanda lo?!”             “Gue kepepet, Nes. Udah dua bulan nunggak tagihan kos.”             Kedua mahasiswi tahun pertama itu bertukar pandang malam itu. Kebetulan kafe kampus lagi sepi, jadi keduanya bisa mengobrol dengan leluasa.             Nessa menatap Rere yang tampak galau. Agak kesal, …

Muak, Muak, dan Sangat Muak

Aku muak jadi orang baik. Dulu aku meyakininya. Dulu aku masih sabar, dengan harapan kebaikanku akan menghasilkan sesuatu yang juga baik. Kamu tahu ‘kan, pepatah itu? “Kamu menuai apa yang kamu tabur.” Sayangnya, ini dunia nyata. Belum tentu semua orang menghargai kebaikanmu. Yang ada kamu malah lebih sering dimanfaatkan. Dibodoh-bodohi, …

Jejak Digitalmu di Media Sosial, Wahai Mantan Sahabat

“Kita akan bersahabat selamanya.” Itu janji kita dulu, sebelum banyak drama itu. Meski lebih tua dariku, sayangnya jelas-jelas kaulah yang lebih gemar membuat drama di social media. Kesal sedikit, curhat panjang lebar di Facebook. Berantem atau sedang marah dengan si A atau B, langsung nyinyir di Twitter. Merasa dicuekin, cuap-cuap …

Ladies’ Night: Sebotol Albens dan si Rambut Merah

Aku tidak sedang mencari romansa. Hidupku akhir-akhir ini biasa saja. Bangun tidur, kerja, dan pulang. Menulis, menulis, dan menulis lagi. Paling hanya sesekali aku bersosialisasi. Lalu, apa yang kulakukan pada Rabu malam itu? Tadinya, aku hanya ingin langsung pulang ke kamarku, seperti biasa. Menulis untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Ashanti, salah …