Tag: cinta

Kopi tanpa Gula

Aku kembali melihatnya di tempat yang sama dengan setahun lalu, saat pertama kali bertemu dengannya. Coffee shop cozy di bilangan Jakarta Selatan. Dengan senyum khasnya, dia menghampiriku yang sedang sibuk dengan sebuah buku karya terbaru Dewi Lestari. “Maaf telat. Macet.” ujarnya seraya memasrahkan dirinya pada pelukan kursi empuk coffee shop …

PERGI, AKU BENCI KAMU!

Handi: “Pergi, aku benci kamu!” Erika melempar bantal ke arahku. Ini sudah kesekian kalinya dia mengamuk. Padahal, lagi-lagi masalahnya sepele. Kali ini soal makanan. Erika harus mengikuti pola diet berupa makanan organik. Lebih banyak sayur dan buah. Biasanya, dia menurut bila mood-nya sedang bagus. Namun, kali ini istriku mengamuk. Dia …

Kembali Padamu (untuk Selamanya)

Hujan baru saja menyapa pagiku. Wangi tanah bercumbu dengan air selalu membawa diriku ke dalam kenangan-kenangan lama. Bukan kenangan yang memang untuk dilupakan, tapi kenangan yang membawaku ke dalam ketenangan dan memberi kekuatan dalam diriku selama ini. Aku pun mengambil secangkir kopi yang baru saja aku siapkan. Aroma kopi semakin …

Dari Kami Tentang Kamu… Yeah… KAMU!!!

Aku bertemu dengannya sore itu. Dia juga sama sepertiku, chubby. Bedanya, aku tomboi dan dia lebih modis. Bergaun hitam dipadu jaket kulit hitam dan sandal model gladiator yang juga hitam. Lipstiknya merah menyala. Kacamatanya pun berbingkai hitam. Dia memakai cincin dan kalung perak. Kuakui, dia tampak cantik dan ceria. Namun, sebelum bercerita …

Memori Senja Denganmu

Entah apa yang waktu itu membuatku sudi mengikutimu. Membolos kuliah sesiangan itu, hanya untuk cabut sebentar ke mal terdekat. Kita ke sana dengan sedan putih antikmu. Aku, si anak rajin yang bisa dibilang kutu buku. Chubby, nggak gaul, dan…minderan. Serius, hingga aku membenci diri sendiri karenanya. Meski berteman dengan banyak cowok, aku …

Di Bawah Dua Senja

“Senja di sini berlalu terlalu cepat.” “Benarkah?” “Begitulah. ‘Kan sedang musim dingin.” “Oh, iya. Aku lupa. Hahaha.” “Nggak apa-apa. Gimana senja di sana?” “Setiap hari selalu sama. Menjelang pukul empat atau lebih, matahari biasanya baru terbenam. Begitu pukul enam ke atas, biasanya langit sudah gelap.” “Wah, kedengarannya enak. Kamu nggak perlu …

Prompt #41: Siapa?

“Gila kamu!!!” Benard sudah tak tahan lagi mendengar kisah demi kisah yang diutarakan oleh Siska, gadis yang disukanya sejak masa kuliah dulu. Siska hanya diam sambil menggigit ujung sedotan frappucinno miliknya, sebuah kebiasaan yang justru membuat Benard semakin menyukainya. “Ya, mungkin aku gila, Ben. Tapi itulah kenyataannya. Aku jatuh cinta Ben. Benar-benar jatuh …