Senja Indonesia

#14 – 290812: I Love You

“Aku mencintaimu”. Ujar pria muda itu pada sosok di hadapannya. Namun sosok itu tak berkata apa-apa. Dia hanya tersenyum dan menampilkan lesung pipit manisnya yang telah memabukkan pria muda itu.

“Dulu…. Aku pikir, kehadiranmu akan sangat mengganggu. Menghambat karirku. Memperlambatku menggapai semua mimpiku.” Ucap pria muda itu dengan nada agak pelan.

“Aku belum siap saat itu. Jujur. Aku hanya dapat pasrah saja dengan kehadiranmu. Aku tak bisa berkata tidak saat itu.” Lanjut pria itu yang kemudian mengambil sebatang rokok dari kantong bajunya namun diurungkan untuk dinyalakan.

“Maaf” ujarnya. “Aku tak seharusnya merokok di hadapanmu.”

Akhirnya pria itu memasukkan kembali rokok itu dan beralih mengambil secangkir kopi yang tersaji di depannya. Dia menyesap kopi hitam itu dengan pelan.

“Kalau dulu aku menolakmu, mungkin aku tak pernah akan sebahagia ini.” Ujarnya setelah meletakkan kembali cangkir kopi itu.

“Mungkin bahkan aku akan jauh lebih sengsara dari sebelumnya.” Lanjutnya, “mungkin aku takkan dapat hidup dengan tenang.”

“Tapi ternyata… Kehadiranmu memberikan keindahan dalam hidupku. Dan aku sangat bersyukur kamu hadir dalam hidupku. Aku bahagia.”

“Karena kehadiranmu itu, aku mengerti tanggung jawab sebenarnya. Aku memahami cinta setulusnya. Aku mengerti rindu menusuk tulang. Aku hanya ingin bersamamu selalu.”

“Sayang… Kaulah segalanya untukku.” Ucapnya. “After my wife of course.

“Thank you Sania… Kau anugrah terindah dalam hidupku, anakku.”

4 Comments

  1. mintarsih28 24 Februari 2013
    • ryan 24 Februari 2013
  2. Bams Triwoko 25 Februari 2013
    • ryan 25 Februari 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.