Senja Indonesia

#7 – Man Who Can’t Be Moved

She’s an angel sent to me. I know that. So beautiful.

Kawan…

Pernahkah kau melihat malaikat turun ke bumi – selain yang di iklan parfum satu itu tentunya? Kira-kira bagaimana kalian melihatnya? Tahukah kau? Aku sudah mengalaminya.

Aku bertemu dengannya seminggu yang lalu. Malaikat tak bersayap – yah aku sama seperti kalian.. Menganggap malaikat pasti memiliki sayap. Tapi yang ini tidak memiliki sayap. Cantik. Tak tertandingi.

Kecantikan Monalisa yang dianggap cantik oleh Da Vinci dikalahkannya dengan mudah. Keindahan Taj Mahal yang menggambarkan keindahan sang istri yang dibangun oleh Raja juga kalah untuk menggambarkan keindahannya.

Malaikat ini sangat cantik dan indah. Melebihi appaun atau siapapun yang pernah aku lihat di dunia ini. Aku bahagia bisa melihatnya dan berkenalan dengannya. Ya… Berkenalan.

‘Angela’ dia menyebutkan namanya kepadaku saat aku mengajaknya berkenalan. Dia memang seorang angel – malaikat. Dan sejak saat itu pula, dia sudah mengambil hatiku dan menuliskan namanya sebagai tanda kepemilikan di sana.

Kawan… Aku bahagia…

Walau aku baru bertemu dengannya saat itu. Tapi aku tahu… Aku takkan dapat mencinta selain dirinya. Hanya dirinya. Angel… My Angel.

Tapi… Kenyataan berkata lain.

Aku baru mengetahui sebuah kenyataan bahwa dia tidak ‘available‘ sama seperti kamar-kamar yang telah dibooking oleh wisatawan di akhir tahun. Dia sudah ada yang punya.

Saat itu pula merasakan yang namanya kehancuran… Yah… Aku hancur…. Mendengarnya. Kalian pernah mengalaminya? Aku berdoa agar kalian tidak mengalaminya kawan. Semoga tidak akan mengalaminya.

Sakit kawan… Sangat menyakitkan. Bagaikan ribuan jarum menghujam dalam hujan.. Sederas hujan badai. Bagaikan puluhan palu dihempaskan untuk menghancurkan batu kapur berton-ton agar tercipta kapur yang halus sempurna.

Jangan.. Jangan kalian mengalaminya.

Tapi tahukah kalian? Aku….

Aku tak mampu menghapus nama yang telah diukirnya di hatiku sejak pertama kali bertemu dengannya. Nama itu tetap ada di hatiku. Bahkan hingga malam ini pun… Dia tetap di hatiku.

Malam ini adalah pertemuan terakhirku dengannya. Dia datang dengan gaun hitam menawan. Memberi senyum kepada semua yang memandang. She’s truly an angel. Bahagia rasanya melihatnya malam ini. Tapi juga sedih karena mengetahui bahwa malam ini terakhir kalinya aku akan melihatnya.

Kami menghabiskan malam terakhir kami dengan makan malam dan dilanjutkan dengan wisata malam di kota yang tak pernah tidur ini. Bahagia….

Biarlah kenanganku akan dirimu menjadi abadi selamanya Angel. I’m the happiest man tonight. That’s all I need.

Aku kini hanya dapat berbaring dan memegang perutku yang terus menerus mengalirkan cairan merah segar. Aku dapat melihat air mata mengalir dari matanya yang indah.

‘Jangan menangis my angel. Let me be. I’ll be the happiest and luckiest man now. Met you and ….’ Rintihku.

‘Dan… Dapat memberikan hidupku untukmu…….’

‘Berikan aku senyummu dan aku akan pergi dengan tenang.’

Aku melihat Angel tersenyum. Dan … Aku pun menghembuskan nafas terakhirku.

Flashback – Angel POV:

‘Duit!!! Mana duit!!!!’ Teriak dua orang preman di hadapan kami sembari menodongkan sebuah pisau tajam. Aku dan Michael baru saja selesai berkeliling kota dan menikmati keindahan malamnya kota ini.

Aku berteriak karena kaget. Aku tak pernah menyangka mengalami adegan yang sering aku lihat di film-film.

Karena teriakanku itu, preman yang memegang pisau itu bergerak mendekatiku dan mengarahkan pisau itu ke diriku. Aku diam…. Tak dapat bergerak….. Kaku… Aku tahu aku harus segera menghindar tapi ….

Saat itulah aku melihat sesosok bayangan maju di depanku dan … Next thing I know … Michael telah tersungkur di hadapanku dengan memegang perutnya yang bersimbah darah. Preman-preman itu kabur melihat Michael jatuh dengan pisau di perutnya itu.

Aku…

‘Jangan menangis my angel. Let me be. I’ll be the happiest and luckiest man now. Met you and ….’ Aku mendengar dia berkata. Aku pun bersimpuh di sisinya dan merengkuhnya dalam pelukanku.

‘Dan… Dapat memberikan hidupku untukmu..

Berikan aku senyummu dan aku akan pergi dengan tenang.’

Aku pun berusaha memberikan senyumku kepadanya. Tak lama setelah itu… Aku melihatnya tersenyum… Bahagiakah ia???

Aku pun hanya menangis… Michael…. Tahukah kamu? Aku ingin mengatakan kepadamu malam ini bahwa…. Aku telah meninggalkan dia yang mengisi hidupku sebelumnya… Karena aku ingin bersamamu…

Ryan

181111 0748

26 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.