Kategori: Gadis Senja

Karya fiksi seorang gadis senja

Aku Bersyukur Akan Hujan

Aku selalu bersyukur akan hujan. Banyak alasan untuk melakukannya. Seperti waktu aku kecil. Aku suka menari-nari di bawah siraman hujan. Tidak peduli Mama marah atau aku akan masuk angin setelahnya. Terus kenapa? Aku hanya ingin menikmati masa kanak-kanakku. Masa itu adalah yang terindah, masa-masa kamu percaya bahwa kamu kuat dan …

Balas Dendam Mimi, Kucing Sepupuku

Sebenarnya aku sangat suka binatang peliharaan, terutama kucing. Kalau tidak, bagaimana mungkin aku senang menginap di rumah Ajaz, sepupuku yang fotomodel lokal dan narsisnya tingkat dewa? (Harap maklum, kata mereka. Namanya juga terlalu sadar kalau dia cakep!) Anyway, ini bukan tentang dia – melainkan Mimi, kucing Persia peliharaannya yang bermata …

Pengakuan Mama Billy

Selamat datang. Masuklah. Ya, aku tahu tujuanmu. Kamu sama saja dengan mereka. Kamu penasaran saat melihatku. Kenapa aku melakukannya? Kenapa ibu-ibu sepertiku melakukan hal sekeji itu? Mereka masih saja membahasnya. Beritanya masih hangat – pelayan restoran yang dibunuh dengan brutal. Nggak butuh waktu lama untuk menangkapku, ‘kan? Penasaran? Baiklah. Pertama, …

Dari Jendela Kamar Hotel

Banyak yang bisa kau lihat dari jendela kamar hotel ini. Lantai enam cukup tinggi untuk melihat semuanya. Gimana? Keren, sih. Cuma, andai saja aku nggak terbangun malam itu. Waktu masih menunjukkan pukul 3:00 dini hari. Nggak sabar menunggu kegiatan kami berikutnya pukul enam. Mungkin itu yang bikin aku terbangun terlalu …

Kencan Pertama

“Kamu mau pesan apa?” Tara melirik menu dengan cepat. Gadis langsing berambut ikal gelap itu tidak butuh waktu lama untuk memutuskan. “Salad, kentang rebus, dan air mineral saja.” Alan meliriknya dengan tatapan tidak percaya. “Yakin kamu maunya itu saja?” Ketika Tara hanya mengangguk sambil tersenyum, Alan bertanya lagi, “Terus dessert-nya …

Bad Hair Days

Pernah aku amat membenci iklan shampo di TV. Menurutku iklan-iklan itu lebay (berlebihan) dan mendiskriminasikan cewek-cewek yang rambutnya nggak panjang, hitam, dan…ah, lurus! Kesannya hanya itu yang jadi ciri-ciri mutlak rambut rapi, indah, dan idaman lawan jenis. Yang lain nggak masuk hitungan. Bah! Contohnya aku. Sejak SD, beragam julukan pernah …