Kategori: Gadis Senja

Karya fiksi seorang gadis senja

Boneka Itu…

Entah apa yang tengah merasuki Adrian malam itu. Gara-gara Darla memutuskannya begitu saja, cowok jangkung berambut ikal gelap itu langsung stres berat seketika. Dia manut saja ketika Ramon, troublemaker se-fakultas, mengajaknya clubbing bareng gengnya yang terkenal tak kalah ‘kacau’. Nge-bir pun akhirnya dilakoni. (Padahal, biasanya boro-boro Adrian kepikiran. Sampai dibilang …

Piano Kesepian yang Merindukan Nada-Nadamu

Piano hitam besar itu tampak berdebu di ruang tengah. Seminggu berlalu dan belum sempat kubersihkan. Ah, aku bahkan enggan menyentuhnya… Dulu, piano itu begitu terawat, hingga ke sudut senar dan sela tuts. Hitam mengkilat di permukaan, tampak elegan. Kamu rajin membersihkannya. Bagimu, piano itu bukan hanya alat musik. Piano itu …

PERGI, AKU BENCI KAMU!

Handi: “Pergi, aku benci kamu!” Erika melempar bantal ke arahku. Ini sudah kesekian kalinya dia mengamuk. Padahal, lagi-lagi masalahnya sepele. Kali ini soal makanan. Erika harus mengikuti pola diet berupa makanan organik. Lebih banyak sayur dan buah. Biasanya, dia menurut bila mood-nya sedang bagus. Namun, kali ini istriku mengamuk. Dia …

“SENJA TERAKHIR 2016”

Perayaan Tahun Baru 2017 akan terjadi dalam waktu dekat ini. Seperti biasa, ada yang memilih pergi clubbing bareng teman-teman segeng atau pacar mereka di tempat nongkrong paling happening di pusat kota. Ada yang akan menginap di hotel berbintang lima atau kelas backpacker, lalu berpesta sepanjang malam sampai puas…atau mabuk tapi …

Music of My Heart – Fiksi by Gadis Senja

“Aku nggak mau pake itu.” Kutatap alat bantu dengar itu di tangannya, kado ultah dariku. Lalu, kutatap dia dengan heran dan sedikit…kecewa. “Kenapa, Adrian?” “Nggak mau aja.” Diletakkannya kembali alat bantu dengar itu ke dalam kotak, sambil tetap menatapku. Wajahnya tampak serius, masih sambil memegang kotak itu. “Kamu…kesinggung?” tanyaku hati-hati. …

Papa, Aku dan Senja Itu….

Ini liburan terakhirku dengan Papa. Seharusnya beliau mau tinggal lebih lama. Kami berdua berdiri di pantai dalam diam, memandang matahari terbenam. Cahaya jingga yang hangat dan lembut itu menyinari kami. Laut yang membentang tenang tanpa golak, berwarna biru-kehijauan – dengan sedikit kilau keemasan karena tertimpa sinar matahari sore itu. Singkat …

CERPEN ANNA: “Untuk Mama”

“Untuk Mama” oleh: Anna Natalia Aku sayang Mama. Sayang sekali. Aku nggak mau durhaka dan hanya ingin Mama bahagia. Mama nggak pernah marah kalo aku ketakutan sama sesuatu, apa pun itu. Sejak aku kecil, Mama selalu begitu. Sabar sekali. Seperti waktu ada geledek pas hujan. Aku menutup telinga dan Mama …

Dari Kami Tentang Kamu… Yeah… KAMU!!!

Aku bertemu dengannya sore itu. Dia juga sama sepertiku, chubby. Bedanya, aku tomboi dan dia lebih modis. Bergaun hitam dipadu jaket kulit hitam dan sandal model gladiator yang juga hitam. Lipstiknya merah menyala. Kacamatanya pun berbingkai hitam. Dia memakai cincin dan kalung perak. Kuakui, dia tampak cantik dan ceria. Namun, sebelum bercerita …

Memori Senja Denganmu

Entah apa yang waktu itu membuatku sudi mengikutimu. Membolos kuliah sesiangan itu, hanya untuk cabut sebentar ke mal terdekat. Kita ke sana dengan sedan putih antikmu. Aku, si anak rajin yang bisa dibilang kutu buku. Chubby, nggak gaul, dan…minderan. Serius, hingga aku membenci diri sendiri karenanya. Meski berteman dengan banyak cowok, aku …

Merindukan Senja yang Bercerita

Berlawanan dengan mayoritas manusia yang kukenal di zaman itu (dan mungkin juga sekarang), hidupku sebenarnya baru dimulai menjelang senja. Ya, setidaknya itulah pendapatku saat mulai berusia belasan tahun. Bagaimana tidak? Seperti anak-anak lainnya, kegiatanku dari pagi hingga menjelang sore seragam. Bangun pagi. Mandi dan sarapan (yang bergizi). Lalu ke sekolah dan belajar sepanjang …