#23 – Hunting Season

#23 – Hunting Season

‘Jangan lupa Rin! Besok. Siapin tuh semua. Ntar terlambat, gak dapat lagi.’ Teriak Nina sesaat sebelum dia menghilang di balik mobilnya itu. Aku bersemangat mendengarnya. Sudah lama rasanya memang aku tidak ikut berburu.

Aku pun segera mempersiapkan persenjataanku. Aku mengecek amunisi senjataku yang sudah lama tak kugunakan itu. Ternyata senjataku itu sudah mulai karatan. Aku pun segera mencari tahu di mana aku dapat memperbaikinya.

‘Jadi… Di tempatmu bisa nih?’ Tanyaku kepada Rama, seorang temanku. Dia mengatakan bahwa dia dapat membantuku untuk hal itu. Aku pun akhirnya membuat janji dengannya besok siang.

Akhirnya malam itu aku pun merapikan persenjataanku itu dan menikmati istirahat malamku. Besok pasti aku kan dapatkan! Batinku.

Aku sudah bangun pagi-pagi sekali. Semangatku menggebu-gebu menantikan malam ini. Perburuan akan segera dimulai.

‘Sudah siap belum Rin?’ Bbm dari Nina telah mengisi smartphone yang katanya mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat itu.

‘Sudah. Tapi masih harus benerin senjata andalanku dulu. Siang ini temanku mau membantu.’ Balasku.

Aku pun membenahi barang-barangku dan mengirimkan bbm ke Rama. ‘Ram, I’m otw ya.’

Aku pun segera menjalankan motor maticku. Rama! I’m coming, diiringi senyuman di wajahku. Aku tak sabar ingin memperbaiki senjataku itu. Untungnya hari itu adalah hari libur. Jadi aku punya waktu seharian untuk mempersiapkannya.

Aku menghentikan motorku di sebuah kounter handphone di daerah Fatmawati. Rama tersenyum melihatku.

‘Pagi bener neng… Sudah gak sabar ya?’ Guraunya.

‘Iya nih. Harus sudah bener nih. Mau dipakai malam ini.’ Ujarku seraya menyerahkan senjataku ke tangan Rama.

Dia melihat sejenak senjataku itu dan kemudian mulai mengutak-atiknya. Perlahan dia pun mulai mencoba memperbaikinya. Wajahnya terpekur di depan senjataku itu.

‘Duh… Rin.’ Rama tiba-tiba memecah lamunanku. Dari suaranya, sepertinya ada masalah dengan senjataku itu. ‘Ini sudah rusak. Gak bisa dibenerin lagi. Lebih baik beli baru. Lebih murah.’

Aku pun menatap sedih senjataku yang masih ditangannya itu. ‘Bener-bener gak bisa diperbaiki?’ Tanyaku penuh harap.

Rama menganggukkan kepalanya. ‘Kalaupun dapat diperbaiki, biayanya lebih besar dari beli baru. Sayang.’

‘Sekarang juga sudah banyak yang jual kok.’ Lanjutnya. ‘Kalau mau, aku carikan yang bagus buatmu. Gimana?’

‘Tapi….’ Aku terdiam.

‘Kenapa?’ Tanya Rama. ‘Kamu gak da uang untuk membayarnya?’

Jleb.. Rama tahu benar apa yang kupikirkan. Aku dapat merasakan wajahku memerah di hadapannya.

‘Rin.. Rin. Santai aja. Sama aku ini. Bisa kamu bayar nanti kok. Gak harus sekarang.’ Rama menuju lemari kounternya. ‘Nih.. Ini yang terbaru dan bagus kok.’

‘Berapaan Ram?’ Tanyaku.

‘Santai aja. Ini murah kok. Aku kasih harga spesial untukmu.’ Rama menampilkan senyum terbaiknya. ‘Banyak yang mahal. Tapi ini cukuplah untuk kantong kita-kita yang masih pas-pasan.’

Aku pun melihat senjata baru yang disodorkannya. Simpel. Sepertinya memang cocok untukku. Aku pun tersenyum.

‘Terus… Pulsanya?’ Tanyaku.

‘Tenang.’ Jawab Rama. ‘Sudah termasuk paket perdana kok. Kuota siap pakai. 3GB. Bebas kamu pakai.’

‘Asikkkkk’ aku setengah berteriak. ‘Rama.. You’re the best.’ Aku memeluk Rama dan mencium pipinya.

Rama menjadi kikuk di hadapanku. Tapi aku tak terlalu memperhatikannya.

‘Ram. Thank you very much.’ Ucapku. ‘Thanks to you, aku bisa berburu malam ini.’

‘Berburu?’ Tanya Rama kebingungan.

‘Iya… Berburu. Malam ini, AirAnia buka free ticket ke Bali. Lumayan kan.’ Jelasku dengan senang.

Rama menggelengkan kepalanya. Aku hanya tersenyum-senyum menimang modem baru hutangan dari Rama itu. Senjataku telah siap. AirAnia dan Bali… Aku datang!!!!!

Ryan
100513 2049

1

10 Responses

  1. ayanapunya
    10 Mei 2013
    • ryan
      10 Mei 2013
    • araaminoe
      10 Mei 2013
      • ryan
        10 Mei 2013
        • araaminoe
          11 Mei 2013
          • ryan
            11 Mei 2013
  2. nyonyasepatu
    10 Mei 2013
  3. tinsyam
    11 Mei 2013
    • ryan
      11 Mei 2013

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.