Senja Indonesia

#30 – Kuingin Kau

“Jadi….”

“Jadi ya gitu…” jawabku singkat.

“Semudah itu ya?”

Aku dapat merasakan kesedihan dalam pertanyaannya. Dia tak berani menatap wajahku. Aku yakin, matanya kini telah berkaca-kaca. Maafkan aku, batinku dalam hati, aku telah bersalah padamu.

“Jangan dibuat susah. Kamu dan aku… tak bisa bersatu kan? Jadi untuk apa kita mempertahankan sesuatu yang sebenarnya takkan pernah dapat bersatu?”

“Tapi….”


Seminggu sudah berlalu sejak percakapan kami berdua kala itu. Aku sengaja membiarkan semua itu berakhir begitu saja. Walaupun tak mudah bagiku, mungkin ini yang terbaik untuknya dan diriku.

Yah… Memang kita tak dapat meramalkan masa depan. Tapi bagaimana pun juga, hidup di tangan kita sendiri kan? Aku bukan tipe yang percaya begitu saja pada takdir. Dan kau pun juga demikian.

“Takdir itu kita yang menentukan sejak sekarang. Jangan hanya pasrah dan menunggu…” ujarmu kala itu.

Apa kabarmu di sana sekarang? Aku…


From : cyntia.djanuar@yahoo.com

To : hendrawan.wiguna@yahoo.co.id

Subject: Hard but will be okay… eventually

Hi Hen, 

Apa kabarmu? Agak canggung juga ya ternyata memanggilmu seperti itu. Masih belum terbiasa saja sih sepertinya. Gimana kerjaanmu di sana? Sudah bisa beradaptasikah di sana? Jauh dari orang tua, kayak kamu gitu, berat gak sih? 

Kamu hebat Hen, bisa meninggalkan semuanya begitu saja. Mudah. Tapi…. 

Ah sudahlah, aku gak mau cengeng. Aku cuma mau tahu kabarmu saja kok. 

XO

Tia


Aku membaca email itu tadi pagi. Tidak sempat aku balas karena memang pekerjaanku sedang banyak. Tapi… bukan hanya karena itu sih sebenarnya. Aku bingung menjawabnya. Mudah… katamu. Tapi sebenarnya…

From: hendrawan.wiguna@yahoo.co.id

To: cyntia.djanuar@yahoo.com

Subject: Fine

Hi Tia, 

I’m fine, thank you for asking. How have you been? 

Yah… kan demi keluarga juga aku pergi, jadi ya… kalau dibilang gampang, ya bisa dibilang gitu. 

Kerjaanku banyak nih. Makanya baru bisa balas email kamu sekarang ini. Maaf ya. 

Gimana dengan kamu di sana? Masih sibuk dengan segala aktifitas luar biasamu itu ya? Jangan sampai kecapekan ya. 

rgds,

Hen


Kupijat tengkukku, penat sekali rasanya. Aku pun mengambil handuk dan handphoneku. Kupasang sebuah lagu yang selalu menemaniku sejak kepergianku. Bukan lagu baru namun selalu aku dengarkan, mungkin karena sepertinya cocok dengan rasa hatiku saat ini.

Ku ingin kau tahu

Meski pun ku jauh

Ku ada di hatimu

Ku ingin kau tahu

Meski pun kau jauh

Kau tetap milikku

Selamanya

6 Comments

  1. jampang 30 Mei 2014
  2. mylittlecanvas 2 Juni 2014
    • Ryan 2 Juni 2014
  3. kekekenanga 3 Juli 2014
    • Ryan 3 Juli 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.