Tag: flash fiction

[Prompt#78] Menjamu Senja

Dirimu pasti lelah setelah bekerja seharian penuh. Dihempaskannya tubuhmu itu di sofa empuk itu. Setelah memesan, wajahmu tak pernah berpaling dari langit di hadapanmu. Langit yang sedang memerah itu seakan menghipnotismu. Tak peduli dengan orang lain di sekitarmu. Kamu longgarkan ikatan dasi yang mengekang itu. “Terima kasih,” ucapmu saat pesananmu dihantarkan. …

#FFRabu – Ramalan Bintang

“Ti, sini. Ada ramalan bintang nih.” Tina yang penyuka ramalan bintang segera mendekati Joni dan membaca ramalan itu. “Gila! Ramalan apaan ini. Sampah. Masa Leo yang kharismatik jadi kayak gitu sih.” “Lah, itu kan ramalan buat iseng Ti. Joke. Jangan sewot gitu dong.” “Tetep aja gak terima. Hancur pasaran gue …

[FF] Aku: Laki-laki

Flash Fiction lagi. Kali ini dalam rangka Tentang Kita Blog Tour yang diselenggarakan oleh Mbak Carra dan Stiletto Book. Deadline hari ini nih... baru buat hari ini juga. hahaha. bad habit. Diminta memilih 1 dari 17 judul yang ada dalam KumCer Tentang Kita. Ini FF saya.

FF – Tragedi TongSis

Gara-gara ikutan komen di FB group MFF, eh malah ditantang nulis dengan tema kritik sosial bergenre komedi. Huft berat juga. Flash Fiction itu ya.. bikin puyeng juga. Ah coba aja deh.

#FFRabu – Tanda Merah 

“Ini apa?” Tanya Ibu kepadaku. “Tanda apa ini Di?” Kulirik sekilas baju berwarna krem yang aku pakai semalam ke pesta ulang tahun Dimas. “Itu…” Jawabku agak tergagap. “Ayo. Jelaskan ke Ibu! Sekarang!” Aku memainkan ujung kemeja yang sedang kukenakan. Sesuatu yang biasa aku lakukan kalau takut seperti sekarang. “Itu lipstik …

Kedua

Tak terasa sudah dua tahun berlalu sejak saat itu. Apakah dia akan kembali seperti dalam suratnya waktu itu? Di sini, aku masih menunggumu Damian. Tak ada kabar berita sejak dua bulan lalu membuatku khawatir. Apakah dia masih mencintaiku? Tuhan… jika memang diijinkan, biarkan aku bertemu dengannya sekali lagi, doa Mike …

Lari

Lari... selamatkan dirimu, kak! Teriak Lukas. Andini terus berlari namun malang, dia tak melihat adanya pukulan itu.

Sang Mantan

Dia kembali menyeruput greentea frapucinno kesukaannya itu. Dan aku yakin kalau sebentar lagi dia akan menggigit ujung sedotan minuman itu, sama seperti dulu. “Kenapa?” tanyanya kepadaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku saja. Dia pun kembali asik dengan sedotan minuman itu. Minuman yang kubelikan dalam perjalanan menuju apartemennya ini. Apartemen yang diberikan …