Fiksi – Kuyakin

“Kamu yakin dek? Siap?” Ibu kembali bertanya padaku. Aku mengerti dia khawatir dengan keinginanku untuk mengikuti perlombaan itu, apalagi dengan kondisiku. Tapi aku dah yakin dan memantapkan hati sejak saat itu. Aku menganggukkan kepalaku tegas. Kupeluk ibuku yang masih memasang wajah cemasnya. Kueratkan pelukan seakan ingin mengatakan, yakinlah bu, aku akan baik-baik saja. *** Sekarang aktivitasku bertambah. Setelah sholat subuh, aku tak lagi melanjutkan tidurku seperti yang biasa aku lakukan. Aku mulai berjalan ringan di sekitar tempat tinggalku. Aku tahu kalau seharusnya aku mulai latihan lari, seperti yang dilakukan oleh para pelari marathon lainnya. Tapi aku lebih memahami kondisiku. Berjalan … Lanjutkan membaca Fiksi – Kuyakin