Kategori: Senja Indonesia

fiksi dari Senja Indonesia – pria Indonesia

#22 – Sinar Matamu

Aku mengangguk memahami ucapan Riza. Mita memang seperti itu, menjauh dari orang yang menyukainya jika dia sendiri tidak menyukainya. Tapi sebagai teman, Mita adalah teman terbaik.

#1 Apalah Arti Menunggu

Hembusan bau tanah yang basah setelah hujan selalu membuatku tenang, tapi nyatanya hari ini… Bau tanah itu hanya membuatku gundah. Kalau ada yang melihatku dari tadi di sini, mungkin mereka sudah berteriak memintaku untuk berhenti mondar-mandir ala setrika yang meluruskan pakaian. Hanya saja, tidak seperti setrika, justru aku malah meruwetkan …

#21 – Lari

‘Permisi…. Permisi… Numpang lewat.’ Aku pun berlari menerobos orang-orang di depanku. Aku harus buru-buru. Itu yang aku tahu. Kalau tidak bahaya. ‘Permisi!’ Aku berusaha mendahului sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan di depanku kali ini. Mereka seakan tak mendengar ucapanku barusan. Masih saja mereka berjalan biasa dan bergandengan tangan. Kalau …

#3 – Rintik Hujan

Rintik hujan menemani perjalananku kali ini. Dari dalam bus AC yang kutumpangi ini, aku bisa melihat tetes demi tetes air di luar sana. Guratan-guratan air membekas di jendela sampingku. Meninggalkan alur air yang tak pernah dapat diduga. Dari ujung berbeda, tiba-tiba saja mereka dapat menyatu dan bermuara di guratan yang …

#5 – Pencuri!!

'Ma, aku kecurian di angkot. Sumpah ma, aku sudah lakukan semua yang mama dan papa suruh. Tas aku peluk di dadaku kok. Lagian dah beberapa bulan kan aku naik angkot. Baru kali ini.' Begitu isi smsku ke mama.

#6 – Dia

Hmmm… Desahku. Hari ini aku kembali melihatnya. Duduk menatap jalan yang masih sepi di pagi ini. Dia hanya duduk dengan earphone yang terpasang di telinganya. Apa yang didengarnya? Apa yang dilihatnya? Apa yang dipikirkannya? Ah… He’s so gorgeous, I love seeing him here. Andai saja dia jadi milikku selamanya… Aku …