Penulis: Indonesia Senja

Hanya seseorang penikmat senja dari Indonesia yang gemar menuliskan perjalanan hidup dalam rantaian fiksi.

Prompt #21: I Love You

Jadi.. Inilah cinta.. Merah dan hitam. Merah karena benci dan hitam karena pengorbanan. Sosok di hadapannya kini tak lagi bersuara. Dia yakin, sosok itu kini paham cintanya kepada sosok itu.

Prompt: #20 – Kau Lelakiku

Kami berdua kini hanya terdiam. Gelas berisikan cappuccino pilihanku tinggal separuh. Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan. “Jadi… kamu sudah pasti? Tidak mungkin membatalkannya?” lelaki berkacamata bernama Mike itu kembali bertanya kepadaku. Aku pun menganggukkan kepalaku kembali. “Perkataanku sekali pun takkan dapat merubah …

#27- Jangan Ganggu Dia

“Hentikan!!!! Jangan kau lakukan itu padanya!” teriak Yuni memecah keheningan malam itu. Sosok muda itu segera melepaskan diri dari cengkraman Galang yang agak lengah karena teriakan Yuni barusan. Galang dengan tubuh penuh tato itu tidak menghiraukannya. Dia hanya menoleh sekilas dan kemudian melanjutkan aksinya yang sempat terhenti tadi. Dia kini …

#26 – Kecil

‘Hati-hati kalau sama dia. Kecil sih badannya, tapi…’ Bisik-bisik para murid barupun segera terhenti begitu terdengar suara ketukan keras di depan kelas. Seorang wanita kecil dengan wajah tanpa senyum sudah berdiri dengan penggaris kayu panjang menyentuh papan tulis. ‘Saya walikelas kalian. Nama saya Suparni. Panggil saya Ibu Guru Parni’ suaranya …

#25 – I Love You

“I love you,” ucap Mike. Entah kenapa kata-kata itu meluncur dari mulut Mike. Padahal, belum lama dia bertemu dan berkenalan dengannya. Tapi rasa di hati tak dapat bohong, yah.. Setidaknya itu menurut para pujangga dalam karya-karyanya. “Kenapa kau ucapkan itu? Kata-kata itu bukanlah untuk mainan.” Sosok di hadapannya hanya berkata seperti …

#24 – Bangkit

‘Jadi…’ Rio menegakkan badannya dan memandangku tajam. ‘Jadi… Kamu masih?’ Aku menundukkan kepalaku menghindari tatapannya yang serta merta membuatku merinding itu. Dan juga sebenarnya aku enggan membahas hal yang ditanyakannya itu. ‘Hei…. I’m talking to you. Look at me please.’ Ujar Rio. ‘Why are you still in that place?’ Aku …

#22 – Sinar Matamu

Aku mengangguk memahami ucapan Riza. Mita memang seperti itu, menjauh dari orang yang menyukainya jika dia sendiri tidak menyukainya. Tapi sebagai teman, Mita adalah teman terbaik.

#1 Apalah Arti Menunggu

Hembusan bau tanah yang basah setelah hujan selalu membuatku tenang, tapi nyatanya hari ini… Bau tanah itu hanya membuatku gundah. Kalau ada yang melihatku dari tadi di sini, mungkin mereka sudah berteriak memintaku untuk berhenti mondar-mandir ala setrika yang meluruskan pakaian. Hanya saja, tidak seperti setrika, justru aku malah meruwetkan …